Salah seorang teman virtual saya, Mbak Anna Farida tiba-tiba memecah teriknya siang. Suaranya terdengar terburu-buru di telepon. Rupanya beliau lewat kawasan Tanjungsari, sepulang dari Jawa Tengah. Saya sampai tak percaya kalau suara di telepon itu suara Mbak Anna.Wah, seneng banget. Sekadar dokumentasi, ini foto kita berdua, Mbak Anna:

Ini putrimu yang pintar tea sedang sibuk main pasir:

Obrolan kami ke mana-mana. Sebelumnya pernah 2 kali kami ketemu (di launching ASPIRASI Bandung dan Pelatihan Nulis Buku Nonfiksi Metode Matriks di Salam Book House) — Tolong Mbak Anna koreksi kalau keliru ya :) —. Sayang waktu itu nggak sempat ngobrol. Ternyata setelah ketemu khusus memang seru :) .

Asyiknya, putri Mbak Anna dengan mudah mau bergabung dengan anak-anak saya. Segambreng mainan dikeluarkan, lalu ditaruh di atas tikar, di halaman. Setelah itu lanjut main pasir. Azkia ternyata memang cukup terampil mengasuh. Jadi saya dan Mbak Anna bisa ngobrol panjang.

Waktu berjalan cepat rasanya. Saat pulang pun tiba. Mata si kecil Luthfa nampak memerah saat diajak bersiap. Sedikit terpaku, enggan beranjak. Masih betah rupanya :) . Tapi 2 atau 4 bunga tapak dara berwarna putih dan merah muda ternyata bisa menghiburnya sebelum akhirnya terpaksa naik mobil.

Terima kasih buat Mbak Anna Farida atas kunjungannya. Tapi mohon maaf, karena dadakan, kami tidak siap-siap menyediakan kudapan. Kapan-kapan, mudah-mudahan kita ditakdirkan bisa bertemu lagi :)