Sore ini saya periksa lagi update terbaru situs dunia tumbuhan www.plantamor.com. Banyak tambahan profil tumbuhan rupanya. Satu jenis tumbuhan yang baru saya lihat adalah nam nam. Tumbuhan ini memang sudah termasuk langka. Generasi sekarang mungkin sudah nyaris tak pernah menemukan, apa lagi mencicipi buahnya.
Namun di luar semua itu, nam nam mengingatkan saya pada masa SD di kampung. Salah seorang teman memiliki tumbuhan ini di halaman rumahnya. Adakalanya, saat pohon ini berbuah, kami diajak ke rumahnya sepulang sekolah atau ia membawanya ke sekolah dan membagikannya kepada kami. Tak lupa, teman saya ini juga membawa sejumput garam untuk menambah rasa.
Rasanya yang asam cocok dimakan saat istirahat siang. Dan yang paling asyik adalah setelah buah itu habis dicicipi. Meminum segelas air putih menciptakan rasa manis di lidah, meski tanpa memakai gula.
O’ya… Buah nam-nam juga unik seperti halnya belimbing wuluh. Buahnya tumbuh di sepanjang batang, termasuk batang besarnya, dan bukan di dahan kecil yang terlindung daun.
Ya, begitulah. Pencarian saya di internet hari ini membuat nostalgia masa SD terkuak lagi. Meski sekolah kami hanya sekolah kampung, tapi seingat saya, suasana kampung membuat bersekolah justru terasa lebih indah.
