Kau punya kekuatan yang tak pernah kau impikan. Kau bisa melakukan sesuatu yang tak pernah kira bisa kau lakukan. Tak ada batasan untuk apa yang bisa kaulakukan selain batasan yang ada dalam pikiranmu. (Darwin P. Kingsley-dikutip dalam buku Self Digesting oleh Bapak Hernowo)
Kebanyakan dari kita tak berani untuk memiliki impian. Keterbatasan yang bergabung dengan kemalasan menghalangi kita untuk meraih sesuatu yang kita inginkan. Namun, hidup kita yang hanya sekali ini akan terus berjalan menuju akhir. Menjadi manusia seperti apakah kita dalam perjalanan ini, semakin ‘tumbuhkah?’ atau justru hanya menunggu kepunahan dan tak melakukan perubahan apapun?
Berwirausaha sering menjadi jalan untuk lebih banyak belajar bagi mereka yang berkehendak untuk ‘tumbuh’. Berwirausaha berarti mengeksplorasiĀ potensi diri dan mengeksplorasi kegigihan kita. Tak ada yang bisa sukses dalam berwirausaha jika ia berhenti belajar.
Sebuah ungkapan menarik dari Charles Buxton menginspirasi saya, “pengalaman menunjukkan bahwa kesuksesan tercapai bukan melulu karena kemampuan, tetapi lebih pada kegigihan. Pemenangnya adalah dia yang memberikan dirinya – seluruh jiwa dan raganya – kepada pekerjaannya.” (Self Digesting, MLC:2004)
Meski workholic itu tidak selalu bagus, tapi menurut saya, hal itu jauh lebih baik daripada kita menjadi orang yang sering termangu menunggu kesempatan, resah dengan pikiran-pikiran negatif, dan menyesali nasib. Saat ini saya sedang menikmati situasi batin saya yang berusaha total mencurahkan pikiran pada pekerjaan, pada hal-hal yang ingin saya capai. Saya merasa lebih sehat dengan keadaan ini.
Saya bekerja full time di rumah, melakukan pekerjaan yang dinamis sepanjang hari: memasak, mencuci, menulis, menerima telpon, memandikan anak-anak, mengepel, mengirim fax, mengecek email, membaca, mengolah foto, dll. Sedikit demi sedikit saya pun bisa melupakan perasaan negatif yang kadangkala singgah.
Saya berharap untuk terus ‘tumbuh’ lebih baik, menjadi manusia yang bermanfaat, sehingga tidak sia-sia Tuhan Yang Maha Pencipta menciptakan saya di dunia ini.
