Tak terasa anak-anakku sudah besar sekarang. Si sulung 5 tahun dan adiknya 3 tahun. Payahnya mengandung dan melahirkan mereka tercatat sudah dalam riwayat hidupku, tetapi melihat mereka kini tertawa, berceloteh sepanjang waktu, berlari berkejar-kejaran, kadang merengek, bernegosiasi, bertanya tanpa henti, dan banyak hal yang menunjukkan pertumbuhan mereka, ku tak ingat lagi semua penderitaan itu.
Aku akui, anak-anak adalah sumber motivasi hidupku. Saat semangat hidup itu meredup karena kesedihan, aku masih bisa bertahan karena kehadiran mereka: kedua buah hatiku.
Aku mungkin bukanlah muslimah ideal, sebagaimana dijelaskan materi mentoring semasa kuliah dulu. Aku hanyalah wanita biasa, yang masih terpapar sedih dan gelisah manakala kenyataan tak sesuai harapan, yang masih tertatih-tatih untuk mencintai Robb-nya, yang masih selalu salah dalam berperilaku, yang masih berpakaian alakadarnya, yang masih didera marah saat anak-anak keterlaluan ‘mengacak-ngacak’ seisi rumah, yang masih bodoh dalam banyak urusan agama. Aku sadar, itulah aku. Aku bukanlah wanita hebat yang pandai mengaji, rajin tahajud, suka berdakwah, dan berakhlak mulia.
Tetapi, aku bahagia dengan perasaan itu; karena hanya dengan rasa seperti itulah aku mau belajar lagi, hanya dengan perasaan itu aku bisa diingatkan orang, hanya dengan perasaan itu aku bisa melenyapkan rasa diri paling benar, paling hebat, paling tawadhu, paling shalihat, paling mulia, dan paling berakhlak; dan hanya dengan perasaan itu aku bisa lebih menghargai orang lain, apapun adanya mereka.
Dengan segudang kekurangan yang aku miliki, aku mencoba percaya diri mengasuh dan mendidik anak-anakku. Meski begitu beratnya tanggung jawab yang kupikul sebagai ibu, aku tahu, aku harus menempuhnya. Akan banyak kekurangan? Itu pasti. Tapi setidaknya, aku masih punya sesuatu yang bisa diandalkan, yaitu semangat untuk belajar.

Apa yg Anda tulis seperti mewakili kegelisahan saya,dengan dua anak sisulung 11th sibungsu 5th.Banyak pertanyaan dipikiran saya,juga ketakutan akan datangnya HISAB di Ahkerat.hanya sujud kepada ALLAH yg MAHA KASIH & SAYANG.dan berharap kehidupan yg saya jalani tidak sia2.SEMOGA.