Abad modern menghadiahkan gaya hidup yang berbeda. Hubungan kekeluargaan yang kian memudar, persahabatan pun penuh tendensi, kebanyakan orang hidup memikirkan dirinya sendiri. Parahnya, banyak orang bahkan mulai tak punya waktu untuk berkhidmat (baca:melayani) pada orang tua. Orang tua jadi penghuni panti jompo. Sakit dan sedih mereka tertumpah bukan pada keluarganya, tapi pada para perawat yang jelas bukan siapa-siapa.
Ketika kita sudah mempunyai anak, kita akan rasakan benar, betapa tidak mudahnya kita merawat anak-anak, terlebih untuk mendidik mereka. Setiap kali kita memutuskan sesuatu, anak-anak akan jadi salah satu bahan pertimbangan. Akan mudharatkah atau akan baikkah untuk anak-anak sesuatu yang kita putuskan itu? Rasa sayang kita pada anak membuat kita kadang tak lagi punya waktu untuk diri sendiri dan abai terhadap keinginan pribadi. Berkaca pada fakta itu, sudah seharusnya kita berintrospeksi, seberapa baik akhlak kita pada orang tua saat kita sudah dewasa sekarang? Seberapa peduli kita pada ayah ibu kita saat mereka sakit, kekurangan uang, kelelahan, kesepian, dan sebagainya?
Beruntunglah orang-orang yang hari ini masih punya waktu untuk merawat orang tua, berkhidmat pada mereka, dengan sikap yang baik dan kasih sayang sepenuh hati. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang menyesal karena tak sempat membalas jasa orang tua. Jangan biarkan hati kita dihinggapi walau hanya dengan setitik benci, pada mereka yang telah menjadi perantara kehadiran kita di dunia ini. Jika orang tua masih ada, ambillah kesempatan itu untuk mencurahkan kasih sayang pada mereka.
Bagi pasangan yang sudah menikah, jangan pernah lupa memberi kesempatan bagi pasangannya untuk berkhidmat pada orang tuanya, baik dengan harta, tenaga, maupun waktu. Itu adalah “lukisan” indah cinta yang sesungguhnya.
komentar anda