Senyum Yang Tertunda

4 07 2008

Lirih,

Kau bisikkan pesan lewat suara yang hampir tak terdengar,

lewat tatapan yang nyaris tak menyiratkan apapun,

lewat raut wajah yang tak mampu kuterjemahkan.

Hatimu bicara dalam hiruk pikuk,

aku tahu itu,

tapi sayang aku tak mampu mendengarmu.

Semua,

semata karena aku manusia biasa

yang hanya bisa menerka

dan bisa jadi keliru memaknaimu.

Kawan,

sesungging senyum lebih bisa membuatku mengerti

daripada raut wajahmu yang hingga kini tetap menyimpan misteri.

Batas kehidupan menanti kita kapan saja,

kuingin melihat senyummu meski harus tertunda entah sampai kapan…





Merawat Orang Tua

10 06 2008

Abad modern menghadiahkan gaya hidup yang berbeda. Hubungan kekeluargaan yang kian memudar, persahabatan pun penuh tendensi, kebanyakan orang hidup memikirkan dirinya sendiri. Parahnya, banyak orang bahkan mulai tak punya waktu untuk berkhidmat (baca:melayani) pada orang tua. Orang tua jadi penghuni panti jompo. Sakit dan sedih mereka tertumpah bukan pada keluarganya, tapi pada para perawat yang jelas bukan siapa-siapa.

Ketika kita sudah mempunyai anak, kita akan rasakan benar, betapa tidak mudahnya kita merawat anak-anak, terlebih untuk mendidik mereka. Setiap kali kita memutuskan sesuatu, anak-anak akan jadi salah satu bahan pertimbangan. Akan mudharatkah atau akan baikkah untuk anak-anak sesuatu yang kita putuskan itu? Rasa sayang kita pada anak membuat kita kadang tak lagi punya waktu untuk diri sendiri dan abai terhadap keinginan pribadi. Berkaca pada fakta itu, sudah seharusnya kita berintrospeksi, seberapa baik akhlak kita pada orang tua saat kita sudah dewasa sekarang? Seberapa peduli kita pada ayah ibu kita saat mereka sakit, kekurangan uang, kelelahan, kesepian, dan sebagainya?

Beruntunglah orang-orang yang hari ini masih punya waktu untuk merawat orang tua, berkhidmat pada mereka, dengan sikap yang baik dan kasih sayang sepenuh hati.  Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang menyesal karena tak sempat membalas jasa orang tua. Jangan biarkan hati kita dihinggapi walau hanya dengan setitik benci, pada mereka yang telah menjadi perantara kehadiran kita di dunia ini. Jika orang tua masih ada, ambillah kesempatan itu untuk mencurahkan kasih sayang pada mereka.

Bagi pasangan yang sudah menikah, jangan pernah lupa  memberi kesempatan bagi pasangannya untuk berkhidmat pada orang tuanya, baik dengan harta, tenaga, maupun waktu. Itu adalah “lukisan” indah cinta yang sesungguhnya.

 





Semangat Itu Mahal

4 05 2008

Hanya anak-anak yang tampaknya sangat jarang kehilangan semangat. Meski di tengah keterbatasan, mereka lebih bisa menciptakan kegembiraan dibandingkan orang dewasa. Mereka bisa bermain mobil-mobilan hanya berbekal botol air mineral. Mereka bisa bermain sekolah-sekolahan meski mereka tak pergi ke sekolah. Mereka bisa bersenang-senang dengan berpura-pura menyetir mobil walau hanya bermodal sebuah piring plastik atau roda belakang sepeda yang rusak. Mungkin itulah sebabnya, kenapa orang yang berinteraksi dengan anak-anak sering terlihat lebih awet muda.

Sebaliknya dengan orang dewasa, ternyata mereka lebih mudah terjerumus pada stres yang ujungnya menjadi tak bersemangat. Semua yang pernah mengalami perasaan tak bersemangat pasti tahu, hilangnya semangat bisa memperngaruhi kondisi fisik. Tiba-tiba saja seluruh tubuh menjadi letih, seluruh persendian pun terasa ngilu, tenaga melemah, dan tentunya menjadi malas untuk melakukan apapun.

Saat itulah kita akan merasakan betapa mahalnya harga sebuah semangat. Beberapa tahun terakhir ini saya termasuk orang yang sering mengalami hal itu. Kehidupan di perkotaan membuat saya jemu. Lalu lalang kendaraan yang tanpa permisi membuang gas co2-nya, kemacetan di mana-mana, air limbah yang kecokelatan dan berbau, sepertinya telah menyumbangkan kesumpekan pada pikiran saya. Saya rindu hidup di daerah pinggiran yang sejuk, berkawankan cicit burung pipit, bunga-bunga aneka warna, dan hamparan hijau pesawahan atau kebun sayuran. Suasana seperti itulah yang biasanya membangkitkan semangat saya lagi.

Mungkinkah tahun ini keinginan saya itu tercapai? Wallahualam bishawwab. Mungkin harus bersabar ya…